Pesona Latimojong, Segelas Kopi Ulu Salu, dan Bayangan Qahhar Mudzakkar

13117121981969830542

Perjalanan menuju desa Ulu Salu yang terletak di kaki Gunung Latimojong benar-benar melelahkan. Setelah menempuh perjalanan sekira 1 jam dari kota Palopo ke Bajo dengan panther, aku menumpang sebuah motor menuju pasar lama sekira setengah jam.

Di sana sudah menunggu kepala sekolah SMP 1 Ulu Salu yang baru. Ia menawarkan kepadaku tumpangan sampai di desa Kadundung yang berjarak sekira 20 km dari pasar lama ini. Sesampai di sana ia akan mengalihkanku kepada pengendara yang lebih berpengalaman. Perjalanan dengan medan jalan silih berganti kulalui.

Terkadang kami melewati jalan aspal mulus, lalu berbatu, jalan pengerasan, sedikit pendakian, menerobos sisa longsoran bebatuan di bibir jurang hingga akhirnya tiba di desa Kadundung, sejam berikutnya. Di sana kami istirahat sejenak dan menghubungi pengendara yang dimaksud. Rupanya, motor Iping, nama anak muda ini, tidak dalam kondisi prima untuk berboncengan. Iapun memilih mengendarai motor kepala sekolah dan memboncengku dan sebaliknya, kepala sekolah menggunakan motornya.

Perjalanan menuju desa Ulu Salu barulah yang sesungguhnya. Tak ada lagi jalan aspal. Hanya jalan tanah berlumpur dan tanah berkerikil. Seluruhnya adalah pendakian dengan bibir jalan jurang dengan beraneka ketinggian.
Continue reading