Suatu Malam di Oude Molstraat

Malam merayap perlahan. Pukul 11.45 pm di Kota Den Haag. Angin menepuk-nepuk wajahku serupa tepukan persahabatan di pundak kiriku.

Beberapa orang berambut jagung berpostur tinggi masih melintas dengan sepeda atau berjalan kaki. Ini daerah Centrum. Sebuah pusat perbelanjaan yang setiap harinya ramai dengan pengunjung dari seantero bangsa. Pada waktu-waktu tertentu ada saja sekumpulan kaum leisure time dari Indonesia entah dari kota mana. Aku tak begitu peduli seperti segelintir kawan lain yang rela membuntuti mereka dan mencatat merk belanjaan dari kantung-kantung plastik di kedua lengan mereka. Sasaran empuk biasanya kalau mereka itu dari kaum politisi yang baru beranjak kaya. Dengan kekayaan yang mereka peroleh dari korupsi uang rakyat.

Image

                          Kampus ISS, The Hague, The Netherlands

Tadi sore, saat memutuskan mengantar Nadia pulang ke student housingnya aku memilih berjalan kaki. Dia pun memilih menuntun sepedanya. Kami menyusuri jalan Noor deinde lalu berbelok menuju jalanOude Molstraat di mana ia tinggal bersama mahasiswa ISS yang lain. Bukan pekerjaan sulit menuntun sepeda di negeri kincir angin ini. Cuacanya teduh dan berjalan kaki tentu jauh lebih nikmat di antara pejalan yang juga berseliweran. Lagi pula jarak kampus kami ke asramanya tak begitu jauh. Hanya sekira lima ratus meter. Continue reading