JONNA DAN JONI: Pasangan Buta yang Membuka Mata Banyak Orang

INI SEBUAH makan malam dengan topik perbincangan yang hangat. Bertiga kami duduk melingkari sebuah meja makan bundar di salah satu restoran di Denpasar. Kebetulan kami dipertemukan oleh sebuah pertemuan Organisasi Masyarakat Sipil se-dunia guna mempersiapkan masukan untuk PBB menyangkut kelanjutan MDGs yang berakhir pada 2015. Ratusan aktifis sosial dari berbagai penjuru dunia hadir di sini. Dua diantara mereka benama Jonna Aman Damanik dan M Joni Yulianto, yang berasal dari dua organisasi pembela orang-orang penyandang disabilitas atau difabel.

Walau keduanya buta, aku tak melihat tongkat keduanya sejak tadi. Mungkin mereka memilih menyimpannya di tas punggung. Tadi, sewaktu kami memutuskan mengobrol di restoran ini, aku bangkit dan meraih lengan Joni bermaksud menuntunnya. Jonna juga berdiri. Ia memperbaiki tas ransel di punggungnya yang lebar lalu meletakkan telapak tangan kanannya di bahu kiri Joni yang kurus. Kamipun mulai melangkah beriringan.

Continue reading